seni wajah


PENGANTIN PAES AGENG
Desember 19, 2011, 8:16 am
Filed under: Uncategorized

PAES AGENG

1. Sebelum di make up sebaiknya wajah dibersihkan dengan penyegar agar tampak lebih bersih dan bercahaya.

2. Gunakan pelembab wajah yang sesuai dengan kulit wajah
3. Gunakan alas bedak secara merata, jangan terlalu tebal agar tidak terlalu seperti topeng.
4. etelah alas bedak merata, gunakanlah bedak yang sesuai dengan jenis kulit. Tipis saja agar tampak alami.
5. Alis yang kita miliki bentuknya kadang tidak beraturan, oleh karena itu perlu dirapihkan sedikit tanpa merubah dari bentuk aslinya.
6. Agar tidak terlalu menyolok gunakan riasan mata yang sesuai dengan warna baju pengantin yang akan digunakan.
7. Untuk pewarna bibir, gunakan warna yang senada dengan baju pengantin tetapi jangan terlalu tebal agar bibir tidak terlalu menonjol.
8. Babak akhir dari riasan wajah adalah menggunakan pemerah pipi, jangan terlalu merah tapi samar-samar agar wajah lebih segar dan menarik.

Emang apa sih bedanya tata rias busana pengantin Jogja dan pengantin Solo ? Jelas beda siih. Namun dulu aku gak ngerti kalau ada pengantin gaya Jogja. Aku pikir semua pengantin Jawa sama saja model tata riasnya. Hehehe.. Ternyata beda looh. Pada postingan ini aku mau coba menjabarkan beberapa style tata rias dan busana tradisional khas Jogja . Untuk postingan selanjutnya aku coba menjabarkan berbagai gaya tata rias busana tradisional khas Solo.

Umm aku mulai dari Jogja dulu deh. Tata rias dan busana pengantin khas Jogjakarta tentunya terinspirasi dari corak busana pengantin tradisi Keraton Jogjakarta. Ada beberapa style dari pengantin Jogja, antara lain ada Paes Ageng atau disebut Kebesaran, Paes Ageng Kanigaran, Jogja Putri dan Kesatrian.

Yang paling terkenal tentunya gaya Jogja Paes Ageng atau Kebesaran. Pengantin Jogja Paes Ageng menggunakan dodot atau kampuh lengkap dengan perhiasan khusus. Paes hitam dengan sisi keemasan pada dahi, rambut sanggul bokor dengan gajah ngolig yang menjuntai indah, serta sumping dan aksesoris unik pada mempelai wanita. Pada pengantin pria, memakai kuluk menghiasi kepala, ukel ngore (buntut rambut menjuntai) dilengkapi sisir dan cundhuk mentul kecil. Bisa dilihat pada gambar dibawah :

Jogja Paes Ageng

Kemudian ada Paes Ageng Jangan Menir. Pengantin pria memakai bahu blenggen dari bahan beludru berhias bordir, pinggang dililit selendang berhias pendhing, dan kuluk kanigara menutup kepala. Paes Ageng Jangan Menir tidak memakai kain kampuh maupun dodot. Kalau Paes Ageng Jangan Menir tidak memakai dodot kampuh, Paes Ageng Kanigaran justru menggunakan dodot kampuh yang melapisi cinde warna merah keemasan pada busana pengantin corak Kanigaran. Kebaya bludru berhias benang keemasan menyatu dengan dodot kampuh, cinde dan detil riasan serta perhiasan.

Paes Ageng Kanigaran v1

Paes Ageng Kanigaran v2

Untuk Jogja Putri, tata riasnya agak berbeda dengan Paes Ageng. Pengantin Jogja Putri menggunakan sanggul tekuk berhias sebuah mentul besar menghadap belakang dan pelat gunungan bagi mempelai wanita. Busana tradisionalnya menggunakan kebaya beludru panjang berhias sebuah bordir keemasan dan kain batik prada. Namun dengan banyaknya sentuhan modern, muncullah gaya Kesatrian Modifikasi yang terinspirasi dari tata rias Jogja Putri. Yang membedakan adalah busana yang digunakan adalah kebaya bahan lace berpadu kain prada, bersanggul gelung tekuk berhias cundhuk mentul (kembang goyang) serta untaian melati menjuntai di dada . Mempelai pria berbusana beskap putih dipadu bawahan kain batik prada serta blangkon penutup kepala.

Kesatrian Modifikasi

Selain Kesatrian Modifikasi ada juga yang namanya gaya pengantin Jogja Kontemporer. Tata rias Paes Ageng berpadu dengan busana modifikasi kebaya panjang lace putih dilengkapi dengan kain batik prada Jogjakarta.

Jogja Jangan Manir

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: